CLICK HERE FOR THOUSANDS OF FREE BLOGGER TEMPLATES »

Jumat, 18 Juni 2010

Senin, 14 Juni 2010

Pasoepati dan Deltamania Pererat Persahabatan

SOLO—Turut bergabungnya Deltamania, Suporter Deltras Sidoarjo di Stadion Manahan, mendapat sambutan tersendiri dari Suporter Persis Solo, Pasoepati dalam laga kandang kelima Persis Solo, Minggu (27/12). Pada jeda babak pertama dan kedua pertandingan, Pasoepati dan Deltamania melakukan pertukaran cendera mata yang dilakukan oleh perwakilan dari masing-masing suporter.
Dalam pertukaran tersebut, Deltras Mania memberikan kaos khas Deltamania kepada Pasoepati, sementara Pasoepati memberikan syal kebanggan putih merah mereka ke Deltamania. Serah terima ini sudah mereka lakukan dua kali selama putaran pertama kompetisi Divisi Utama. Pertama adalah saat Persis memberikan dukungan untuk Persis saat berlaga di Stadion Petrokimia Gresik melawan Gresik United, Sabtu (12/12).
“Ini memang sudah menjadi tradisi kita untuk saling bertukar cenderamata saat kita bertandang ke kandang lawan, atau saat mereka datang ke sini,” tutur Prapto ‘Koting’ Wakil Presiden Pasoepati yang saat itu mewakili Pasoepati untuk menerima kaos dari Deltamania.
Menurut Prapto, hal ini sengaja dilakukannya dan dimasukkan ke dalam agenda rutin Pasoepati untuk mempererat tali persahabatan di antara suporter-suporter sepakbola dengan Pasoepati. Tujuan lain dari tradisi tukar cenderamata ini juga untuk menambah saudara bagi Pasoepati. “Mempererat tali persaudaraan dengan suporter yang telah dekat dengan kita, dan menjalin tali persahabatan dengan suporter yang belum mengenal kita,” terang Prapto.

Supporter Deltamania Galang dana Untuk Deltras


Supporter – Puluhan Deltamania, supporter setia Deltras Sidoarjo menggalang dana untuk tim kesayangannya yang terbelit masalah finansial agar bisa kembali berlaga di ajang sepak bola bergengsi, Liga Super Indonesia (LSI).

Meski nantinya dana yang didapat masih jauh dari target yang dibutuhkan tim, namun Deltamania optimis uang bantuan sukarela yang dikumpulkan dapat meringankan beban Deltras yang saat ini kekurangan dana.

Uang sumbangan dana sukarela yang dikumpulkan Deltamania ini untuk membantu keuangan Deltras yang kini masuk dalam babak delapan besar Liga Indonesia Divisi Utama. “Selangkah lagi, saya yakin Deltras akan kembali naik ke LSI,” ujar Saiful Bakirok, Ketua Deltamania, Sabtu (8/5/2010).

Namun, langkah Deltras ini masih terganjal masalah dana. Dana yang dibutuhkan Deltras mencapai Rp 4 miliar. “Kita rela melakukan ini karena cinta dengan Deltras yang kini sudah tidak mendapat bantuan dana dari Pemkab Sidoarjo,” ungkapnya.

Diterangkannya, tanggal 18 Mei mendatang, Deltras akan bertanding di babak delapan besar Divisi Utama. Kondisi inilah yang membuat puluhan Deltamania menggalang dana dengan meminta sumbangan ke para pengguna jalan. “Rencananya kita juga akan datangi para pejabat untuk menyisihkan rejekinya untuk Deltras. Dan berapapun yang diberikan, akan kita terima,” tukasnya dengan menyebut dana yang terkumpul berkat sumbangan ini mencapai Rp 2 jutaan.

Rabu, 26 Mei 2010

Deltamania Kena Denda

KABAR kurang menyenangkan datang dari Deltamania. Suporter Delta Putra Sidoarjo(Deltras) tersebut terkena denda dari Komisi Disiplin (komdis) PSSI sebesar Rp 25 juta. Mereka harus membayar denda itu dua minggu setelah menerima surat keputusan tersebut.

Surat tersebut sampai di sekretariat Deltamania di kawasan Gelora Delta, Sidoarjo, pada Minggu lalu (23/5). Dalam surat itu disebutkan bahwa Deltamania didenda karena dianggap melecehkan wasit Yandri dan perangkat pertandingan dalam pertandingan Deltras versus Persidafon di Gelora Delta, Sidoarjo, pada Selasa lalu (18/5).

Ketua Deltamania Syaiful Bakirok menyikapi bijak denda tesebut. "Itu merupakan koreksi bagi kami. Kami harus berbenah dengan adanya denda tersebut," kata Bakirok, sapaan karib Syaiful Bakirok.

Apalagi, Deltamania dianugerahi sebagai suporter terbaik Copa Indonesia 2009. Karena itulah, Bakirok dalam waktu dekat akan mengadakan konsolidasi dengan para korwilnya.

Bahkan, beberapa lagu baru sudah dipersiapkan. "Pokoknya, lagu yang tidak mengolok-olok suporter lain. Ini bertujuan untuk mendukung Deltras di babak empat besar di Solo," ungkap bapak dua anak tersebut.

Di sisi lain, Bakirok menceritakan bahwa emosi Deltamnia terpancing untuk mengolok-olok wasit karena keputusan wasit dianggap merugikan Deltras. "Lagu yang menyindir ataupun me­ngatai wasit tidak bisa dihindarkan. Semua terjadi begitu cepat seperti refleks saja," kata pria berusia 36 tahun itu.

Minggu, 09 Mei 2010

Deltras Dapat Suntikan Rp 500 Juta

Jumat, Mei 07, 2010
Sidoarjo - Deltras Sidoarjo mendapatkan suntikan dana segar sebesar Rp500 juta menjelang berlangsungnya babak delapan besar kompetisi Divisi Utama Liga Indonesia 2009/2010 pertengahan Mei 2010. Suntikan dana segar tersebut hasil sumbangan salah satu calon Bupati Sidoarjo Emmy Susanti Hendrarso yang diserahkan kepada manajemen Deltras di Sidoarjo, Rabu (5/5).

Jumlah sumbangan itu lebih kecil dibanding yang diberikan Emmy Susanti beberapa waktu lalu. Istri Bupati Sidoarjo Win Hendrarso itu pernah memberi sumbangan kepada Deltras sebesar Rp1 miliar dalam kapasitasnya sebagai pengusaha Sidoarjo.

"Saya memang ingin memberi 'support' kepada Deltras yang selama ini telah menjadi ikon Sidoarjo," kata Emmy Susanti.
Namun, ia tidak berani menjanjikan bantuan anggaran dari APBD kepada tim berjuluk "The Lobster" tersebut, apabila nanti terpilih sebagai bupati pada pemilihan umum kepala daerah periode 2010-2015. "Nanti akan kita carikan sponsor bila Deltras lolos Liga Super, dari mana asalnya, itu tidak penting. Kalau masalah APBD, perlu dipelajari dulu aturannya," tambahnya. Pelatih Deltras Nus Yadera mengatakan, sumbangan itu digunakan untuk membayar gaji pemain yang terutang, terutama pemain lokal.

"Mudah-mudahan ini juga bisa memacu motivasi pemain dalam menghadapi babak delapan besar nanti," katanya.
Sejak beberapa pekan terakhir, Nus Yadera terus menggenjot persiapan fisik, mental dan strategi anak asuhnya untuk menghadapi babak menentukan menuju Liga Super Indonesia musim depan. Deltras yang terdegradasi dari kompetisi Liga Super pada musim lalu menargetkan bisa kembali berlaga di kompetisi sepak bola paling bergengsi di Tanah Air tersebut musim depan

Persiba Bantul Vs Deltras Sidoarjo 0-0

Persiba Bantul Vs Deltras Sidoarjo 0-0
Pesepakbola Deltras Sidoarjo, Choirul Mashuda (kiri) dibayang - bayangi pesepakbola Persiba Bantul, Yohanes Yuniyantara (kanan) pada lanjutan Liga Joss Indonesia 2009/2010 di Stadion Sultan Agung, Bantul, Yogyakarta, Jumat (26/3). (ANTARA/Noveradika)
Bantul (ANTARA News) - Tuan rumah Persiba Bantul bermain imbang 0-0 melawan Deltras Sidoarjo pada pertandingan sepak bola kompetisi Divisi Utama Liga Indonesia putaran kedua di Stadion Sultan Agung, Bantul, Yogyakarta, Jumat.

Meskipun banyak memperoleh peluang emas melalui pemain depan Ugik Sugianto maupun Ezequiel Gonzales, serta pemain tengah Slamet Nurcahyo dan Seto Nurdiyantara, pada babak pertama maupun kedua Persiba tidak berhasil menciptakan gol ke gawang Deltras yang dijaga Dwi Kuswanto.

Bahkan satu peluang emas dari tendangan pinalti pada menit 69 gagal dimanfaatkan Ezequiel Gonzalez, karena meskipun penjaga gawang Deltras terkecoh, arah bola terlalu melebar ke kanan gawang.

Sepanjang babak kedua tuan rumah memperoleh lebih dari empat peluang emas, namun semuanya gagal membuahkan gol, karena arah bola selalu berhasil diantisipasi penjaga gawang Deltras Sidoarjo Dwi Kuswanto yang bermain bagus.

Pertarungan dua tim yang menduduki tiga besar klasemen sementara Grup II itu berlangsung di tengah gerimis.

Permainan kedua tim terkadang keras, sehingga wasit Dery Koswara dari Sukabumi mengeluarkan tujuh kartu kuning.

Dua kartu kuning untuk pemain Persiba Bantul Ardi dan Ezequiel Gonzalez, sedangkan lima kartu kuning lainnya bagi pemain Deltras Sidoarjo yaitu Mujib Riduan, Adholphus Nagbe, Fahmi Amirudin, Choirul Musada, dan Nur Choliq.

Pelatih Persiba Bantul Eduard Tjong mengatakan anak-anak asuhannya sebenarnya bermain bagus dan memiliki daya juang yang tinggi, tetapi faktor keberuntungan yang mengakibatkan timnya gagal mencetak gol, meskipun beberapa kali pemainnya tinggal berhadapan dengan penjaga gawang lawan.

"Dari hasil pertandingan 0-0 ini, kami tidak puas karena hanya memperoleh tambahan satu poin. Namun, dari permainan anak-anak, kami cukup puas karena semua pemain menjalankan instruksi, meskipun selalu gagal memasukkan bola ketika sudah berhadapan dengan penjaga gawang lawan," katanya.

Sedangkan pelatih Deltras Sidoarjo Nus Yadera menyatakan puas dengan hasil imbang tanpa gol ini, karena pihaknya memang hanya memasang target meraih satu poin.

"Kami puas karena berhasil mencuri satu poin seperti yang ditargetkan. Permainan Persiba Bantul sangat bagus, dan hanya karena kurang beruntung, sehingga mereka gagal memasukkan bola ke gawang kami," katanya.

Kamis, 17 Desember 2009

Di Kandang Harus Lebih Pede
Sidoarjo - Deltras Sidoarjo merebut kemenangan ketiganya di kandang pada kompetisi Divisi Utama musim 2009/2010, setelah mengalahkan tim tetangga Gresik United dengan skor 2-0 (0-0).Kemenangan ini sekaligus mengantarkan tim berjuluk "The Lobster" memuncaki klasemen sementara wilayah II (tengah) dengan koleksi nilai 10, hasil tiga kali menang, sekali seri dan satu kali kalah.Dua gol tuan rumah masing-masing dibukukan Cornelis Kaimu di menit ke-55 dan penyerang pengganti Satyo Husodo pada menit ke-80.Namun, pelatih Deltras Nus Yadera kembali mengungkapkan kekecewaannya melihat penampilan anak asuhnya yang sulit berkembang, terutama pada babak pertama."Lini depan kami tidak jalan dan kesulitan menembus pertahanan lawan. Roberto Kwateh bermain tidak maksimal dan saya harus menariknya dengan memasukkan Satyo Husodo yang lebih memiliki kecepatan," kata Yadera usai pertandingan.Setelah masuknya Husodo, kombinasi serangan mulai berkembang hingga tercipta gol pertama yang dicetak Cornelis Kaimu, setelah meneruskan tendangan bebas Fakhrudin.Tuan rumah terus melancarkan tekanan untuk menambah keunggulan, namun GU juga tidak putus asa mengimbangi dan beberapa kali menciptakan peluang.Satyo Husodo menjawab kepercayaan pelatih dengan mencetak gol kedua bagi Deltras pada 10 menit jelang laga usai, meneruskan umpan silang kapten tim Ferry Aman Saragih."Strategi memainkan Satyo berduet Kaimu cukup berhasil, karena mereka memiliki kecepatan. Saya cukup puas anak-anak bisa memenuhi target kemenangan, meski permainan belum sesuai harapan," kata Nus Yadera menambahkan.Pelatih GU Sasi Kirono Sumantrui mengakui timnya tampil lebih buruk dibanding dua laga tandang sebelumnya, sehingga gagal mengamankan nilai."Ini laga away (tandang) terburuk yang dimainkan anak-anak, tapi saya tidak ingin menyalahkan mereka. Soal kepemimpinan wasit, saya tidak mau mengomentari," ucapnya

Senin, 27 Oktober 2008

Deltras Gagal Tundukkan Persitara

Sidoarjo – Sebuah kemenangan, kembali gagal diraih tuan rumah Deltras Sidoarjo, ketika hanya mampu bermain imbang 1-1 saat menjamu tamunya Persitara Jakarta Utara, pada lanjutan Djarum Indonesia Super League (ISL) di Stadion Gelora Delta, Minggu malam (26/10). Meski sempat unggul terlebih dahulu melalui sundulan Firdaus Nyong, namun Deltras gagal mempertahankannya setelah kiper Mukti Ali Raja tak kuasa menghalau tendangan pinalti Rahmat Rivai.

Partai yang mempertemukan dua tim papan bawah ini berlangsung agak monoton. Meski kedua tim berusaha melakukan serangan dengan menerobos pertahanan lawan, namun miskinnya variasi serangan membuat tak adanya peluang matang bagi terciptanya gol hingga dua puluh menit waktu pertandingan efektif.

Baru pada menit ke-24, peluang emas didapat Persitara melalui Yahya Sosomar akibat blunder kipper Deltras yang tidak akurat menangkap umpan lambung Dedi Mulyadi. Sayang, Yahya Sosomar kurang terarah dalam menyundul bola.

Di menit ke-38, tuan rumah, The Lobster, akhirnya mampu menciptakan gol melalui sundulan Firdaus Nyong memanfaatkan umpan crossing yang terukur dari Bakrie Umarella. Kedudukan menjadi 1-0 untuk Deltras, dan keunggulan sementara ini mampu dipertahankan hingga kedua tim turun minum.

Di awal babak kedua, tepatnya di menit ke-48, sebuah bencana bagi tuan rumah terjadi, setelah salah seorang pemain belakang Deltras melakukan pelanggaran hands-ball di kotak pinalti. Wasit Alil Rinenggo langsung menunjuk titik putih. Dan Rahmat Rivai sukses mengeksekusi tendangan pinalti untuk menjebol gawang Deltras. Skor berubah menjadi 1-1.

Setelah mampu menyamakan kedudukan, Laskar si Pitung makin termotivasi untuk menyerang. Beberapa peluang didapat, namun menjadi mentah karena buruknya penyelesaian akhir.

Pada menit ke-78, peluang emas didapat Deltras setelah Christian Rene dijatuhkan Banaken Bosoken di jarak 1 meter di depan kotak pinalti. Sayang, Bergotini melakukan eksekusi yang buruk sehingga hilanglah peluang yang dimiliki tim The Lobster.

Peluang terakhir tuan rumah didapat di akhir babak kedua, melalui Boy Jati Asmara yang memanfaatkan umpan Bakrie Umarella. Sayang, bola sundulan Boy Jati masih melambung di atas mistar sehingga tidak merubah kedudukan akhir.

Sabtu, 27 September 2008

Persela akan Manfaatkan Kelengahan Arema

Kemenangan melawan dua tim kuat, PSM Makasar dan Persik Kediri tampaknya menambah tim Persela Lamongan kian percaya diri, dalam menghadapi pertandingan selanjutnya melawan Arema Malang, yang akan berlangsung besok malam, sabtu (27/9) di Stadion Surajaya Lamongan.

Rasa percaya diri tim berjuluk Laskar Joko Tingkir, juga akan diperkuat dukungan ribuan supporter La Mania yang akan membackup permainan Persela.
Kayakinan mampu meraih poin penuh saat menjamu Arema, terlihat pada latihan Kamis (25/9), para pemain terlihat berlatih lebih rileks.

Pelatih Persela, M Basri, lebih mematangkan teknik-teknik kerja sama, termasuk memanfaatkan bola-bola mati, yang menjadi andalan Persela.
Dengan kondisi ini, M Basri yakin, Persela akan kembali mengulang sukses di kandang. Apalagi, Alex Robinson telah pulih dari cideranya, sehingga ia yakin lini tengah Persela akan semakin matang.

“Kami optimitis bisa meraih poin penuh di kandang, apalagi Alex Robinson sudah pulih dari cideranya, saya semakin yakin lini tengah Persela akan semakin matang,” kata M Basri, kepada Mohammad Zaini, Kontributor antvsports.com di Lamongan.

Basri juga mengungkapkan, akan meladeni Arema yang selama ini dikenal keras, dengan ritme permainan tenang, serta akan berusaha memanfaatkan kelengahan Arema, apalagi salah satu striker andalan Arema, Emile Mbamba tak bisa main karena sedang dihukum Komdis.


Persija Terjungkal di Kandang

Jakarta – Tim kebanggaan pecinta bola ibu kota, Persija Jakarta, secara mengejutkan terjungkal di kandang sendiri, saat dibungkam tamunya Persik Kediri 1-3, pada partai lanjutan Djarum Indonesia Super League (ISL) Jumat malam ini (26/9) di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta. Persija bahkan sempat tertinggal 3-0 melalui gol Christian Gonzales dan Budi Sudarsono, sebelum akhirnya Bambang Pamungkas mampu memperkecil ketinggalan menjadi 3-1.

Di menit ke-4, bomber ‘Macan Putih’, Christian Gonzales, membuat The Jak terhenyak, ketika dia mampu menaklukkan kipper Hendro Kartiko dengan tendangan kerasnya. Gol berawal ketika El-Loco, julukan Gonzales, mendapat umpan terobosan di kotak pinalti dan berhasil melewati stopper Pierre Njanka untuk kemudian melakukan shooting ke gawang. 1-0 untuk Persik.

Ketinggalan 0-1, Bambang ‘BP’ Pamungkas dan kawan-kawan coba meningkatkan tekanan ke daerah pertahanan Persik. Namun tim Macan Kemayoran nampak kesulitan menerobos pertahanan Persik karena pola serangannya terlalu mengandalkan Greg Nwokolo dari sayap kiri, sehingga mudah dibaca lawan.

Pada menit ke-22, peluang didapat Persija melalui tendangan set-piece di luar kotak pinalti, setelah Greg dilanggar oleh M Roby. Sayang, tendangan set-piece Ismed Sofyan gagal dimanfaatkan Herman Abanda.

Setidaknya, hingga babak pertama berakhir, tercatat lebih dari tiga kali Persija memiliki peluang emas melalui Aliyudin. Sayang, kecemerlangan penampilan kipper Persik, Ahmad Kurniawan, mampu menggagalkan peluang yang didapat Persija melalui Aliyudin tersebut.

Di awal babak kedua, tepatnya di menit ke-51, kembali tim Persija terhenyak setelah gawangnya dikoyak oleh gol Persik yang dilesakkan Budi Sudarsono, sehingga merubah kedudukan menjadi 2-0.

Lima menit kemudian, persisnya pada menit ke-56, Budi Sudarsono kembali menciptakan gol ketiga bagi Persik. Berawal dari sebuah serangan balik, El-Loco Gonzales menguasai bola yang langsung memberikan umpan terobosan kepada Budi di kotak pinalti. Budi dengan cerdik mengecoh Njanka dan langsung shooting ke gawang. 3-0 untuk Persik.

Macan Kemayoran akhirnya mampu memperkecil ketinggalan di menit ke-62 setelah sang kapten, Bambang Pamungkas, berhasil melesakkan bola ke gawang Persik. Kedudukan berubah menjadi 3-1.

Di sisa waktu pertandingan, para pemain Persija nampak terus mencoba mengepung daerah pertahanan Persik untuk mengejar selisih gol. Tak ketinggalan, dua pilar belakangnya, Pierre Njanka dan Herman Abanda, juga turut maju membantu serangan. Namun disiplinnya barisan pertahanan Persik, cukup menyulitkan BP dan Greg dalam menembus gawang Persik. Hingga akhir pertandingan, skor tetap 3-1 bagi keunggulan Persik.

Pelatih Deltras di Ujung Tanduk

Sidoarjo: Posisi pelatih Deltras Sidoarjo, Abdul Rahman Ibrahim, berada di ujung tanduk setelah anak-anak asuhnya hanya bermain imbang 1 – 1 melawan PSMS Medan di Stadion Gelora Delta Sidoarjo, Kamis malam. Perusahaan yang menaungi Deltras pun bakal merombak tim.

Ahmad Riyadh, Direktur PT Delta Raga Nusantara atau perusahaan yang menaungi Deltras, mengatakan hasil melawan PSMS membuat rencananya untuk merombak tim semakin bulat.

Pasalnya, dalam sepuluh kali menjalani laga, tim kebanggaan masyarakat Sidoarjo tersebut hanya berhasil membukukan dua kali kemenangan. Buruknya performa Deltras membuat posisinya rawan terperosok ke zona degradasi. Padahal, pengurus telah memberikan target agar skuad berjuluk 'The Lobster' itu tetap bertahan di Liga Super Indonesia.

“Kita akan merombak level pelatih dulu, baru kemudian giliran pemain pada putaran kedua nanti,” kata Riyadh kepada Tempo, Jumat (26/9). Riyadh menambahkan bahwa rencana perombakan itu akan dibawa ke rapat manajemen pada Jumat malam.

Soal siapa yang diproyeksikan sebagai pengganti Abdul Rahman, Riyadh belum bersedia membuka ke publik dengan alasan masih akan dibahas bersama pengurus dan manajemen klub. Namun kabarnya pengurus Deltras mulai mengadakan pendekatan kepada mantan pelatih Persebaya Surabaya Mohammad al-Hadad. “Kita belum ngomong pengganti, wong rapat saja belum,” kilah Riyadh.

Dalam pertandingan melawan PSMS kemarin, Deltras tertinggal lebih dulu melalui gol penyerang PSMS Fabricio Bastos pada menit ke-48. Dua menit kemudian Deltras membalas lewat gol Carlos Bergotini. Secara umum penampilan Deltras terlihat kurang memuaskan.

Rabu, 23 Juli 2008


PSMS Kembali Gagal di Kandang

Jakarta – Tim PSMS Medan kembali gagal memetik kemenangan dalam laga kandangnya saat menjamu Persipura Jayapura, pada lanjutan Liga Super Indonesia yang digelar di Stadion Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Senin (21/7). Pada laga keduanya ini, tim ‘Ayam Kinantan’ harus mengakui keunggulan tim ‘Mutiara Hitam’ 0-1. Kekalahan ini merupakan pukulan cukup telak bagi PSMS, setelah pekan lalu mereka juga hanya mampu bermain imbang saat menghadapi tamunya Persiwa Wamena.

Partai PSMS melawan Persipura ini sebenarnya berlangsung cukup ketat. Kedua tim saling melancarkan serangan. Peluang emas diperoleh Persipura di menit ke-11 setelah Ian Kabes dijatuhkan lawan di depan kotak pinalti. Sayang, tendangan yang dilakukan David da Rocca melambung tipis di atas mistar gawang PSMS yang dikawal Galih Sudaryono.

Pada menit ke-14, striker Persipura yang lama absen karena cedera, Boaz Salossa, nyaris membukukan catatannya dalam mencetak gol pertamanya di ajang Liga Super. Melalui kerjasama yang apik dengan Ricardo Salampessy, Boaz mengecoh dua pemain belakang lawan untuk melepaskan tembakan ke sudut gawang. Sayang kiper Galih mampu menepis bola hingga selamatlah gawang PSMS.

Peluang tuan rumah didapat di menit ke-32 setelah Andri Yoga dijatuhkan lawan, 2 meter di depan kotak pinalti. Sayang, tendangan bola mati Leonardo Zada yang melewati pagar hidup pemain Persipura mampu diblok kiper Jendry Pitoy.

Di babak kedua, tuan rumah PSMS tampil lebih menyerang. Dua menit babak kedua berlangsung, tim ‘Ayam Kinantan’ langsung mencoba menggebrak. Serangan dilakukan dari sector kanan. Bola crossing dari Fadly Hariri mampu dikuasai Leonardo Zada yang langsung melepaskan tembakan ke gawang. Beruntung Jendry berada pada posisi yang tepat untuk menangkap bola.

Menit ke-67, Ortizan Salossa akhirnya mampu memecah kebuntuan bagi timnya dalam menjebol gawang PSMS. Mendapat peluang dari servis bola mati, Ortizan dengan akurat melakukan tendangan terukur ke gawang PSMS dan tak mampu dihadang kiper Galih Sudaryono. 1-0 untuk Persipura. Keunggulan Persipura ini bertahan hingga pertandingan berakhir.

Kamis, 17 Juli 2008

Maman dan Bastos Alami Cedera Ringan


Baru menjalani satu laga di Liga Super Indonesia (LSI), Persib Bandung harus rela kehilangan dua pemain andalannya, Maman Abdulrachman dan Rafael Alves Bastos, untuk sementara waktu.

Maman yang berposisi sebagai bek itu mengalami cedera engkel, sementara Bastos mendapat cedera punggung kanan.

Cedera itu mereka dapat saat menjamu tim tamu Persela Lamongan, Minggu (13/7) lalu, dimana pertandingan tersebut dimenangkan Persib dengan skor 5-2.

Untuk Maman, dokter tim, dr. Ia Kurnia, meyakinkan bahwa mantan pemain PSIS Semarang itu akan fit saat menjamu Persija Jakarta, Senin (21/7) mendatang.

"Maman sudah ikut berlatih bersama tim,'' ujarnya.

"Untuk Bastos, tidak terlalu parah. Kita sudah memfoto cedera tersebut dan tak ada yang perlu dikhawatirkan," tambahnya.

Sementara itu dalam sesi latihan, Selasa (15/7) kemarin, bek muda, Chandra Yusuf juga mengalami cedera retak tulang tangan.

Ia diharuskan beristirahat beberapa hari di Mes Persib dengan tangan di gips setelah sebelumnya dirawat di RS Halmahera.

"Namanya cedera bisa menimpa siapa saja. Semoga saya bisa cepat sembuh dan bisa berlatih lagi,'' ujar Chandra singkat.

Persija Ungguli Persitara 3-1

Persija Jakarta berhasil menumbangkan rival satu kotanya Persitara Jakarta Utara dengan skor meyakinkan 3-1 di Stadion Si Jalak Harupat, Soreang, Kabupaten Bandung, dalam laga lanjutan Liga Super Indonesia, Senin (14/7).

Dengan mengantongi tiga angka tersebut, maka untuk sementara posisi Persija Jakarta berada di urutan kedua dengan nilai sempurna dan sementara itu Persitara harus puas berada di urutan 15. Persija melengkapi tiga tim lainnya yang juga meraih angka penuh di laga pertama, yakni Persib Bandung, Arema Malang dan Persijap Jakarta.

Persija membuka keunggulannya terlebih dulu di menit pertama melalui tandukan kepala Greg Nwokolo setelah memanfaatkan tendangan bebas Ismed Sofyan dari sisi kanan.

Tidak lama kemudian giliran Persitara Jakarta Utara yang menggedor gawang Persija, namun beruntung kesigapan kiper gaek Hendro Kartiko mampu mengamankan gawangnya dari kebobolan.

Kapten Persija, Bambang Pamungkas, memiliki peluang emas untuk menambah pundi gol timnya bila sontekannya hasil umpan silang Greg tidak melebar dari arah gawang.

Menit ke-14 Aliyudin berhasil menjaringkan gol kedua Persija setelah penjaga gawang Wawan Darmawan dengan bek Agus Budiman salah mengantisipasi laju sehingga dengan mudah Aliyudin menceploskan bola ke dalam gawang.

Persitara kembali harus gigit jari saat peluang emas di depan mulut gawang hasil tandukan Rudolf Ebenje bisa disapu Ismed kendati Hendro telah mati langkah.

Memasuki paruh kedua tempo permainan mulai berjalan cepat, setelah perubahan sedikit dilakukan oleh pelatih dari masing-masing kedua tim, Jacksen F. Tiago (Persitara) dan Danurwindo (Persija).

10 menit paruh kedua berjalan, kerja sama apik Persija nyaris membuahkan hasil bila Aliyudin jauh lebih tenang dalam menyelesaikan umpan Greg Nwkolo di dalam kotak penalti.

Hendro kembali berjibaku mengamankan gawangnya di menit 63, saat John Tarkpor melepaskan tembakan melengkung ke sudut kanan gawang yang mampu ditepis keluar arena pertandingan.

Di menit ke-72 Persija memastikan skor 3-0 melalui sontekan ringan Abanda Herman usai menerima umpan tendangan bebas Ismed dari sisi kiri.

Persitara dua kali membalas serangan Persija, namun kembali performa Hendro menjadi tembok kokoh. Tapi di menit ke-80, Hendro tak berdaya sekaligus memberi Persitara sebuah gol hiburan yang dicetak Rudolf berkat umpan John. Di sisa waktu, Persitara berusaha mengejar defisit gol namun tak kunjung tiba hingga peluit panjang berbunyi.

PKT Curi Poin di Kandang PSIS

Dua tim yang mendapat promosi ke Liga Super Indonesia, PSIS Semarang dan PKT Bontang, mengawali duel perdana mereka dengan berbagi skor imbang 1-1, pada laga yang berlangsung Minggu sore (13/7) di Stadion Jatidiri, Semarang. Meski berada di bawah tekanan pendukung tuan rumah, namun PKT mampu tampil lepas dan menyerang.

Sepanjang babak pertama, anak-anak asuh pelatih Mustaqim ini mampu mengembangkan permainan dan terus menekan. Beruntung kiper PSIS, Agus Murad tampil cemerlang dan beberapa kali, menyelamatkan gawangnya dari gempuran Imral Usman dan kawan-kawan.

Di babak kedua, Laskar Mahesa Jenar, julukan PSIS, terus mendapat tekanan. Namun Gaston Castano dan kawan-kawan, dengan cerdik melakukan serangan balik pada menit ke-62. Deni Rumba dari sektor kiri memberikan umpan lambung ke depan gawang, dan disambut dengan sundulan oleh Salomon Begondo ke pojok kanan gawang PKT. Kiper Herman batak tak mampu menghadang bola. 1 -0 untuk PSIS.

Menit ke-71, PKT nyaris menyamakan kedudukan, ketika tendangan Imral Usman masih bisa dihadang oleh kiper PSIS, Aagus Murad dan bola rebound gagal dimanfaatkan oleh Josiah Seton.

Akhirnya pada menit ke-74, PKT mampu menyamakan kedudukan melalui strikernya, Imral Usman setelah mengecoh stopper PSIS, Idrus. Imral yang menguasai bola langsung melesakkan tendangan, dan tak mampu ditepis kipper Agus Murad, dan merubah kedudukan menjadi 1-1.