CLICK HERE FOR THOUSANDS OF FREE BLOGGER TEMPLATES »

Minggu, 06 Juli 2008

Indonesia, Tirulah Spanyol dan Turki


Xavi Hernandez (berkostum merah) cuma setinggi 170 cm, tapi dia tidak kalah dengan Christoph Metzelder yang bertinggi 190 cm

Postur pemain sepakbola yang tinggi besar, tidak menjamin kesuksesan. Kesebelasan yang terpuruk di pertandingan awal, bukan berarti kehancuran. Kesuksesan Spanyol menjuarai Euro 2008 adalah bukti bahwa sepakbola bukan sekadar fisik, melainkan teknik dan kekompakan. Kehebatan Turki untuk bangkit dari kekalahan pertama, adalah bukti bahwa semangat pantang menyerah bisa menjadi kekuatan yang mematikan. Lantas apa hubungan kiprah kesebelasan Spanyol dan Turki bagi Indonesia?

Tinggi badan beberapa bintang Spanyol ternyata tidak berbeda jauh dengan pemain tim nasional Indonesia. Tengok saja, pemain terbaik Euro 2008 Xavi Hernandez dan top skor Euro 2008 David Villa cuma setinggi 170 sentimeter, sama dengan dengan Ponaryo Astaman dan Bambang Pamungkas. Pemain dunia lain yang berpostur rata-rata pemain Indonesia masih banyak, sebut saja Fabio Cannavaro, Carlos Tevez dan Roberto Carlos. Mudah-mudahan fakta ini menjadi pelecut bagi seluruh pemain Indonesia agar tidak minder jika berhadapan dengan kesebelasan yang memiliki postur tubuh tinggi.

Spanyol juga bukanlah negara yang solid. Latar belakang pendirian negara berbentuk kerajaan ini penuh dengan darah. Orang Catalan pernah mengalami penindasan yang dilakukan Jenderal Franco di masa lalu. Akibatnya hingga sekarang, orang Catalan menganggap dirinya bukan orang Spanyol. Jangan heran kalau setiap pertandingan klub asal Catalan Barcelona melawan klub ibukota Spanyol, Real Madrid, selalu berlangsung panas dan bahkan dikait-kaitkan dengan dendam masa lalu. Selain orang Catalan, etnis Basque juga menolak disebut bagian dari Spanyol. Hingga kini ada gerakan separatis Euskadi Ta Azkatasuna/ETA(Tanah Air dan Kebebasan Basque) yang terus berjuang untuk memerdekakan Basque. Klub yang berasal dari Basque adalah Athletic Bilbao.

Hebatnya, selama Piala Eropa 2008 berlangsung, seluruh rakyat Spanyol bersatu. Tengoklah kerjasama Xavi Hernandez dari Catalan bekerja sama dengan Fernando Torres berasal dari Madrid, yang berhasil menghasilkan gol kemenangan Spanyol dalam pertandingan final. Ya, persatuan dan kekompakan menjadi salah satu kunci kesuksesan Spanyol meraih gelar yang sudah dinanti sejak 44 tahun. Apa yang dialami Spanyol ini hampir dengan situasi di Indonesia yang terdiri dari berbagai etnis. Rasanya, soal persatuan dan kesatuan Indonesia sedikit lebih baik dari Spanyol. Piala Asia 2007 lalu menunjukkan bahwa hampir seluruh rakyat Indonesia berada di belakang pemain tim nasionalnya.

Sementara itu, tidak ada yang mengira Turki lolos ke semifinal sejak dikalahkan Portugal. "Selama berkarier, saya tak pernah mengatakan menyerah dalam pertandingan. Berapa pun skor yang terjadi. Saya adalah orang yang tak pernah kehilangan harapan. Saya sering melihat banyak kejadian-kejadian dramatis dalam akhir-akhir pertandingan. Itulah keindahan sepakbola," kata-kata itulah yang selalu ditanamkan pelatih Fatih Terim kepada para pemainnya. Hasilnya, pemain Turki selalu tak ada yang mengira Turki menang melawan Swiss, semuanya mengira pertandingan berakhir 1-1. Beberapa detik jelang wasit meniup peluit, Arda Turan mengubah keadaan menjadi 2-1. Melawan Ceko, Nihat dkk sudah ketinggalan 2-0, tapi mampu berbalik menang 3-2. Dan yang paling dramatis terjadi ketika Turki melawan Kroasia di perempat final. Satu menit menjelang pertandingan berakhir, gawang Rustu dibobol Ivan Klasnic. Lagi-lagi, Turki mampu membalas lewat Semih Senturk, hingga akhirnya menang adu penalti.

Semangat pantang menyerah Turki ini, mirip dengan semangat bangsa Indonesia ketika berjuang meraih kemerdekaan atau lebih dikenal dengan Semangat 1945. Kemerdekaan Indonesia diraih dengan keringat, darah, dan airmata, bukan hadiah. Kalau cuma mengandalkan senjata yang dimiliki, sudah pasti para pejuang Indonesia dulu tidak akan mampu menandingi para penjajah. Tapi, karena Semangat 1945, Indonesia mampu mengusir penjajah, seperti yang diperlihatkan Arek-arek Suroboyo ketika melawan tentara NICA. Mudah-mudahan, Semangat 1945 akan selalu berada di darah setiap pemain Indonesia ketika berada di lapangan.

Tentu saja, bukan seperti membalikkan telapak tangan untuk menyamai Spanyol dan Turki. Postur tubuh yang tidak memadai, kalau tidak didukung teknik bermain yang baik tentu saja bohong besar. Semangat yang menyal-nyala pun membutuhkan teknik dasar bermain bola yang memadai. Postur pemain Indonesia hampir sama dengan pemain Spanyol, semangat tidak jauh berbeda dengan Turki. Yang bagaikan langit dan bumi tentu saja soal skil. Itu tidak masalah, karena skil bisa dilatih dan mental bisa diasah. Mudah-mudahan Spanyol dan Turki bisa menjadi inspirasi bagi kesebelasan Indonesia. Jadi, Indonesia bisa dong berbicara di pentas dunia?

Deltras Targetkan Tidak Degradasi

Karena menyadari persiapannya cukup minim, sehingga manajemen Deltras Sidoarjo tidak berani memasang target muluk-muluk di ajang Superliga nanti.

Deltras Targetkan Tidak Degradasi

Delta Putra Sidoarjo (Deltras) cukup tahu diri degan persiapan yang dilakukan. Tak heran, jika tim berjuluk The Lobster tidak berani sesumbar menghadapi ketatnya persaingan di ajang Superliga musim 2008/09. Deltras pun hanya memasang target tidak terdegradasi di akhir musim.

Hal tersebut seperti disampaikan manajer tim Deltras Saiful Ilah, kepada wartawan usai peluncuran tim di Sidoarjo. Menurutnya, melihat kondisi persaingan yang cukup ketat dan dengan persiapan yang kurang memadai, maka terget bertahan di Superliga adalah hal yang paling realistis.

"Kami tidak ingin muluk-muluk bicara mengenai target musim ini. Meski begitu, kami bertekad ingin mengulang prestasi musim lalu. Yakni menembus babak delapan besar," kata Saiful. "Tapi, minimal, kami tidak terdegradasi ke divisi utama."

Lebih lanjut, pria yang juga wakil Bupati Sidoarjo ini menambahkan, persaingan tim di ajang Superliga jauh lebih berat dibanding divisi utama. Terlebih, masih kata Saiful, karena semua tim sudah melakukan persiapan sebaik mungkin.

"Deltras musim ini banyak dihuni pemain-pemain baru, termasuk beberapa pemain muda yang magang dari klub internal. Meski begitu, kami tetap berharap agar para pemain baru ini bisa memberikan yang terbaik," tambah Saiful.

Laga Eksebisi Superliga Gratis Untuk Suporter

Pertandingan eksebisi antara tim pemain lokal terbaik di tanah air (Super Eleven) dengan tim pemain asing terbaik (Fantastic Eleven) di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Minggu (6/7), pukul 19.00 WIB, gratis untuk suporter.


Laga Eksebisi Superliga Gratis Untuk Suporter

Kabar gembira tentunya bagi setiap suporter tim sepakbola di tanah air. Hal itu terkait dengan kebijakan Badan Liga Indonesia (BLI) untuk memberikan tontonan gratis bagi para pendukung setia tim sepakbola di Liga Indonesia ini.

Ya, laga eksebisi yang mempertemukan tim pemain lokal terbaik (Super Eleven) dan pemain asing terbaik (Fantastic Eleven) di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Minggu (6/7), pukul 19.00 WIB ini gratis bagi suporter.

"Laga eksebisi ini memang kami gratiskan khusus bagi suporter. Tapi, hanya mereka yang hadir dengan atribut kebanggaanya. Kami menyediakan satu pintu di bagian Timur untuk mereka," ujar Azwan Karim, manager IT dan Media BLI, kepada GOAL.com ditemui usai penutupan workshop media di Hotel The Sultan, Jakarta, Sabtu (5/7) siang.

Dijelaskannya, bagi mereka yang datang tidak dengan atribut suporter, maka akan dikenakan biaya tanda masuk sebesar Rp30 ribu untuk VIP, Rp20 ribu untuk kelas I dan II, serta Rp10 ribu untuk tribun atas.

PSMS Batal Ikut ISL?
JAKARTA - Kabar mengejutkan datang dari PSMS Medan. Pengurus tim berjuluk Ayam Kinantan itu mencabut mandatnya kepada pihak pengelola PSMS Sihar Sitorus. Selain itu, mereka menarik diri dari Indonesia Super League (ISL) 2008/2009.

"Dua surat terkait itu sudah kami kirim ke BLI (Badan Liga Sepak Bola Indonesia, Red)," tulis Hardi Mulyono, atas nama ketua umum PSMS, lewat pesan singkat yang dikirimkan kepada para wartawan.

Ketika dikonfirmasi, BLI tidak menyangkal adanya dua surat tersebut. Namun, BLI belum mengambil keputusan. Mereka lebih memilih untuk mendengarkan keterangan pihak pengelola dan pengurus PSMS secara langsung terlebih dulu.

"Karena itu, Senin (7/7) besok kami akan mempertemukan kedua belah pihak di kantor BLI," kata Direktur Kompetisi BLI Joko Driyono kemarin (5/7).

BLI berharap agar pengurus PSMS berpikir lebih jernih tanpa emosi. BLI menyayangkan jika emosi sesaat membuat PSMS gagal berlaga di ISL 2008/2009. Apalagi, kompetisi tinggal enam hari lagi digulirkan.

"Kami akan coba melakukan mediasi. Tapi, kalau mereka tetap ngotot, kami tentu tidak akan menahan. Kami akan biarkan kompetisi dijalankan dengan 17 klub tanpa harus mengganti jadwal," ujar Joko.

Sementara itu, BLI memutuskan untuk memindahkan tempat pertandingan yang mempertemukan Persita Tangerang kontra Arema Malang (12/7). Laga yang semula akan dilangsungkan di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, dialihkan ke Stadion Jalak Harupat, Soreang, Bandung.

"Waktu pertandingannya kami geser ke malam hari setelah pertandingan Pelita Jaya lawan Persiba Balikpapan," terang Joko.

Perpindahan itu disebabkan SUGBK pada saat bersamaan dipakai untuk peringatan hari koperasi. Ironis tentunya. Sebab, SUGBK dibangun sebagai wadah sepak bola. "Tapi, kami bisa menerima keputusan itu. Kami akan tetap main dengan penuh semangat," tegas Ekoyono Hartono, manajer Arema.

Tak Efektif, Deltras Kalah

SIDOARJO - Deltas Sidoarjo tak lagi perkasa. Kini anak-anak asuhan Abdul Rahman Ibrahim itu kembali takluk 0-1 dalam laga persahabatan melawan tim asal Australia Perth Glory FC di Gelora Delta Sidoarjo tadi malam (4/7). Dengan kekalahan ini Bakri Umarela dkk telah menelan dua kekalahan beruntun dari enam kali laga uji coba. Sebelumnya mereka telah memenangkan tiga kali pertandingan dari empat laga uji coba pada Juni lalu.

Gol semata wayang dan penentu kemenangan Perth Glory dicetak Josip Madgic pada menit ke-25. Dia yang berdiri bebas di depan gawang berhasil menyelesaikan kerjasama dari Eugene Dadi dan Mark Lee di sektor kanan. Crossing dari Lee berhasil diselesaikannya dengan tendangan first time yang tak mampu dibendung penjaga gawang Achmad Nurosadi yang telah berdiri out of position.

Setelah dihajar 0-4 oleh Persela Lamongan, mental The Lobster--julukan Deltras Sidoarjo-- memang terlihat menurun. Permainan kolektif yang biasanya ditunjukkan anak-anak asal Kota Udang itu kini tak sebagus kala mereka membekuk Deltras U-21, Persema, dan Persibo.

Selain itu ketiadaan Datuk--sapaan akrab Abdul Rahman Ibrahim-- dan empat pemain pilar juga sangat tampak mempengaruhi bentuk permainan Deltras. Carlos, Firmansyah, Bayu Sutha, dan Pablo Rojas (batal digaet) memang absen dalam laga uji coba tersebut. "Ini menjadikan serangan yang dibangun lini depan kurang efektif," ujar asisten pelatih Deltras yang menggantikan peran Datuk M. Socheh.

Secara umum permainan kedua tim berlangsung kurang menarik. Mereka bermain sangat monoton. Perth Glory yang unggul secara postur menyerang dengan mengandalkan umpan-umpan lambung. Namun, sayang teknik individu dari tim asuhan David Mitchel ini kurang mumpuni.

Bahkan pemain asal Brazil Amaral juga beberapa kali melakukan kesalahan passing, sehingga menghambat suplai bola untuk para striker Perth Glory. Tercatat ada dua peluang emas yang diperoleh Perth Glory selain gol yang tercipta di babak pertama. Keduanya diperoleh dari umpan crossing yang berasal dari tendangan bebas.

Dino Djulbic dan David Tarka yang memang berpostur jauh lebih tinggi dari dua bek tengah Deltras Christian Rene Martinez dan Bambang selalu menang dalam duel bola-bola atas di kotak penalti Deltras. Sayang, dua sundulan mereka tak mengarah ke gawang Achmad Nurosadi.Sedang satu peluang emas Deltras diperoleh pemain yang masih berstatus sebagai pemain seleksi Namgue pada menit ke-82. Solo run pemain bernomor punggung 15 ini mampu menembus pertahanan Perth Glory, sayang penyelesaiannya jauh melebar dari gawang Perth Glory yang dijaga Jason Petkavic.

Meski timnya kalah, asisten pelatih Deltras M. Socheh mengaku puas. Menurutnya hasil ini sesuai dengan target yang diminta manajemen dan pengurus Deltras. "Semua mungkin bisa maklum dengan keadaan tim yang serba kuarng ini," ujarnya.

Sementara pelatih Perth Glory David Mittchel juga mengaku puas dengan kemangan tipis timnya. Menurutnya dua kali kemenangan melawan tim Indonesia Super League adalah prestasi tersendiri dari timnya. "Ini akan menjadi bekal kami dalam mempersiapkan diri menghadapi kompetisi di Australia," tegasnya.



Susunan Pemain

Deltras: 1-Achmad Nurosadi (g), 6-Firdaus Nyong, 17-Christian Rene Martinez, 24-Firdaus Ramadhani, 14-Bambang, 26-Dwijoko, 8-Junior, 7-Marwal Iskandar/11-Soni Kurniawan (72), 23-Bakri Umarela, 25-Boy Jati Asmara, 15-Namgue



Perth Glory: 1- Jason Petkavic (g), 2-Amaral, 3-David Tarka, 4-Jamie Cosne, 5-Anthony Skorich, 7-Mark Anthony, 6-Dino Djulbic, 8-James Robinson, 9-Adrian Trinidad/5-Anthony Skorich(34), 12-Josip Magdip/16-Adrian Pallegrino(31), 14-Eugene Dadi/17James Dawney(70)

Pendekar Cisadane Tampil Seadanya
Indonesia Super League (ISL) merupakan kompetisi paling bergengsi di tanah air. Karena itu, sudah semestinya mereka yang berkecimpung di ISL adalah pemain-pemain berkualitas. Tapi, asumsi tersebut tidak sepenuhnya berlaku di ISL 2008/2009.

Pasalnya, masih ada klub yang menggunakan pemain seadanya. Contohnya, Persita Tangerang. Untuk mengarungi kompetisi ISL 2008/2009, tim berjuluk Pendekar Cisadane itu tampil seadanya.

Tak ada satu pun bintang yang menghuni Persita. Muka-muka lama yang punya nama mentereng sudah angkat kaki. Firman Utina berlabuh ke Pelita Jaya Jawa Barat. Bobby Satria dan I Putu Gede ke Persebaya Surabaya. Sedangkan Mukti Ali Raja hijrah ke Delta Putra Sidoarjo (Deltras).

Dari daftar skuad Persita saat ini, mungkin hanya nama Cucu Hidayat dan Adolfo Souza yang cukup akrab di telinga publik sepak bola nasional. Maklum, Cucu pernah membela Persib Bandung yang notabene salah satu tim besar Indonesia. Sedangkan Adolfo pernah memperkuat Persebaya, Deltras, dan Pelita Jaya.

Di luar keduanya, nama pemain-pemain lainnya kurang familier bagi publik sepak bola Indonesia. "Tapi, kami tetap optimistis dengan pemain yang kami miliki. Untuk tampil maksimal, tidak harus ada pemain bintang," tegas Andi Mulyadi, manajer tim Persita.

Manajemen Persita boleh saja optimis. Tapi, langkah mereka jelas akan sangat berat dalam mengarungi ISL 2008/2009. Bukan saja karena lawan-lawan mereka mengandalkan pemain-pemain berkualitas, tapi Persita juga punya problem lain yang tidak kalah pelik.

Dalam menjalani laga home di awal kompetisi, mereka harus menjadi tim musafir. Persita tidak bisa menjamu lawan-lawannya di Stadion Benteng, Tangerang. Situasi itu disebabkan Stadion Benteng belum lulus verifikasi.

Untuk menjamu lawan, Persita harus menggunakan stadion lainnya. Hanya, stadion yang mereka gunakan sebagai laga home tidak cukup satu. Tim kebanggaan Laskar Benteng Viola -julukan suporter Persita- tersebut harus menjamu lawan-lawannya di beberapa stadion di beberapa kota.

Kondisi tersebut tentu tidak menguntungkan. Bukan saja karena pembiayaan jadi membengkak, tapi Persita juga bakal minim dukungan suporter. Tanpa dukungan suporter, jelas Persita akan semakin sulit mengeruk poin.

"Jangan salah. Kami justru akan memanfaatkan situasi ini semua. Kami akan lebih mudah mencuri poin. Sebab, lawan akan menganggap remeh kami," sebut Cucu Hidayat, gelandang Persita. (fim/irf/ko)

Data Klub

Nama: Persita Tangerang

Berdiri: 1953

Alamat: Jl TMP Taruna, Kota Tangerang.

Julukan: Pendekar Cisadane

Home Base: ----

Ketua Umum: Ismed Iskandar

Manajer Tim: Andi Mulyadi

Pelatih: Agus Suparman

Suporter: Laskar Benteng Viola

Skuad

Kiper: Wawan Darmawan, Bayu Cahyo, M. Amin

Belakang: Lubis Sukur, Supriyadi, Julian Hontong, Bruno Casmir, Viktor Simone Wijaya, Yusuf Sutan Mudo, Christian Bakatal, Arwin Ashar

Tengah: Chusnul Wuafa, Syamsudin, Ramadan, Ade Manaf, Syaiful Amri, Abdurahman, Cucu Hidayat, Nicholas Djone

Depan: I Made Wirahadi, Adolfo Souza, Antonio Placide

Jumat, 04 Juli 2008

Deltras v Perth Glory (Friendly Game)

SIDOARJO - Deltras Sidoarjo memburu modal jelang menghadapi Indonesia Super League (ISL). Mereka bertekad untuk mengandaskan perlawanan Perth Glory dalam friendly game di Gelora Delta, Sidoarjo, malam nanti.

Laga itulah uji coba terakhir bagi skuad The Lobster (julukan Deltras) sebelum terjun di ISL yang akan bergulir mulai 12 Juli nanti. Karena itu, Cristian Rene Martines dkk dituntut untuk mereguk nilai penuh. Jika terwujud, tentu hal tersebut akan mengatrol sisi psikologis para pemain jelang even sesungguhnya.

Sayang, Deltras mengantongi bekal kurang berharga sebelum menghadapi tim asal Negeri Kanguru itu. Dalam tiga uji coba terakhir, anak asuh Abdul Rahman Ibrahim tersebut hanya memetik satu kemenangan. Yakni, kala menjamu Persema Malang dengan skor 2-0. Di laga uji coba lain, mereka harus mengakui ketangguhan tuan rumah Persela Lamongan empat gol tanpa balas.

Kondisi tersebut berbanding terbalik dengan yang dibukukan sang tamu. Perth mampu menjungkalkan juara Liga Indonesia dua kali, Persik Kediri, dengan skor tipis 2-1 di Stadion Brawijaya, Kediri, (29/6).

Meski begitu, tak ada kata menyerah dalam kamus Abdul Rahman. Pelatih asal Malaysia tersebut tetap yakin tim polesannya bakal memenangi pertandingan. "Kenapa harus takut gagal memenangi pertandingan besok? Sepak bola bukan hitung-hitungan matematis," yakin Abdul Rahman kemarin (3/7).

Pelatih yang akrab disapa Cik Gu tersebut menyatakan sedikit banyak sudah tahu kemampuan para pemain Perth. Referensi yang dia dapatkan berasal dari laga antara Perth melawan Persik Kediri yang kala itu disiarkan langsung stasiun televisi swasta nasional.

"Kelihatannya, mereka adalah tim bagus. Banyak pemain berkualitas di dalam tim tersebut," jelasnya. "Ada beberapa pemain yang perlu diwaspadai," sambungnya tanpa mau menjelaskan siapa si pemain.

Sementara itu, kubu tamu tidak pasang target muluk-muluk dalam laga tersebut. Anak asuh David Mitchell itu akan menggunakan laga malam nanti sebagai ajang merotasi pemain. Menurut Dave, sapaan akrab David Mitchell, timnya banyak dihuni pemain baru dan muda. "Sekarang kami juga dalam tahap training center (TC), jadi sekalian bisa menjadi sarana evaluasi," papar Dave.

Karena itu, timnya tidak akan turun dengan kekuatan penuh seperti saat melawan Macan Putih, julukan Persik. Selain ingin melakukan rotasi, ada beberapa pemain yang peluang bermainnya masih fifty-fifty. "Pinggul saya masih sakit. Kalaupun harus bermain, mungkin hanya 45 menit," ujar Adrian Trinidad, striker Perth yang pernah bermain di Liga Indonesia.

Kamis, 03 Juli 2008

Dibagi Dua Grup
Divisi Utama Kickoff 28 Juli

JAKARTA - Badan Liga Sepak Bola Indonesia (BLI) akhirnya memastikan jadwal kickoff kompetisi Divisi Utama 2008-2009. Kompetisi kasta kedua persepakbolaan Indonesia tersebut resmi digulirkan pada 28 Juli mendatang.

Namun, sebelum kickoff tersebut dilakukan, BLI akan mengadakan sejumlah agenda persiapan. Di antaranya, manager meeting dan workshop panpel yang akan dilangsungkan di Surabaya.

Sebelumnya, BLI menyatakan bahwa Kompetisi Divisi Utama akan dimulai pada Sabtu (26/7) nanti. "Tapi, kami ubah menjadi 28 Juli," terang Joko Driyono, direktur BLI, kemarin (2/7).

Alasan penundaan tersebut terkait dengan jadwal siaran langsung. "Kalau kickoff Sabtu (26/7), besar kemungkinan akan bentrok dengan siaran langsung pertandingan Indonesia Super League," tuturnya. Karena itu, kickoff Divisi Utama akan dilakukan pada Senin (28/7) mendatang.

Apakah pertandingan Divisi Utama akan disiarkan televisi? Joko belum mengungkapkannya secara gamblang. "Yang jelas, ada. Tapi, saya belum bisa bicara sekarang," ujarnya.

Stasiun televisi yang gencar dikabarkan bakal menyiarkan langsung pertandingan Divisi Utama adalah Global TV. Namun, sekali lagi Joko belum memastikannya.

Soal pembukaan, hingga kini BLI belum menentukan di mana acara pembukaan akan dilakukan. "Nanti akan dibahas waktu manager meeting," ucapnya. Selain itu, Joko mengatakan bahwa Divisi Utama nanti menggunakan format dua grup.

Meski telah menentukan pembagian jumlah grup, hingga kemarin BLI belum memastikan jumlah kontestan Divisi Utama. Itu disebabkan beberapa tim dikabarkan absen dari kompetisi. Meski demikian, BLI telah mengirimkan surat pemberitahuan kepada tim-tim Divisi Utama perihal batas akhir pendaftaran. Salah satu tim yang telah menerima pemberitahuan tersebut adalah Persebaya Surabaya.

Sebagai klub yang baru tahun pertama lepas dari APBD Kota Surabaya, klub berjuluk Green Force tersebut menginginkan kompetisi diadakan dengan format tiga wilayah. Akhmad Munir, sekum Persebaya, mengatakan, jika kompetisi Divisi Utama nanti menggunakan tiga wilayah, hal itu akan membantu klub dalam melakukan penghematan. "Paling tidak, bisa menghemat akomodasi klub sampai 50 persen," kata Munir kemarin (2/7).

Tapi, jika ternyata kompetisi dibagi dua grup, Persebaya akan tetap mengikutinya. "Itu kan wewenang BLI. Kita sebagai anggota ya ikut saja," ujar pelatih Persebaya Freddy Muli.

[ Kamis, 03 Juli 2008 ]
Deltras Cari Tebusan
Lawan Perth Glory Besok

SIDOARJO - Deltras Sidoarjo berada pada posisi yang kurang diunggulkan dalam friendly game dengan Perth Glory di Gelora Delta, Sidoarjo, besok (4/7). Maklum, berkaca dari pertandingan terakhir, grafik kedua tim sangat bertolak belakang.


Deltras baru saja digelontor oleh Persela Lamongan dengan skor telak 0-4 di Lamongan pada 28 Juni lalu. Sedangkan Perth Glory berhasil memberikan pelajaran berharga kepada Persik Kediri dengan dengan skor 2-1 di Stadion Brawijaya pada 29 Juni lalu.

Namun, kondisi itu tidak lantas membuat kubu The Lobster -julukan Deltras- keder menghadapi Perth Glory. Deltras justru berambisi memberikan kejutan kepada anak asuh David Mitchell tersebut. Mereka ingin menebus kekalahan dari Persela lalu dengan kemenangan atas Perth Glory. Hal itu disampaikan oleh pelatih Deltras Abdul Rahman Ibrahim kemarin (2/7).

Pelatih berkebangsaan Malaysia itu optimistis timnya bakal tampil mengejutkan di laga bertitel uji coba tersebut. Namun, pelatih yang akrab dipanggil Cik Gu tersebut menyebutkan bahwa tim inti Deltras sejauh ini memang belum terbentuk secara utuh. Hal itu tidak menjadi masalah besar bagi Deltras. Sebab, menurut dia, tim inti Deltras akan segera terwujud dalam tiga hingga empat hari mendatang.

Belum terbentuknya tim inti Deltras, menurut dia, memang wajar. Sebab, Cik Gu menilai bahwa kondisi Deltras saat ini tak ubahnya seperti tim dengan mayoritas pemain baru. Karena itu, kekalahan dari Persela 0-4 lalu dianggapnya sebagai pelajaran berharga.

"Ketika melawan Persela beberapa hari lalu, kami ditunjukkan dengan kelemahan-kelemahan kami," paparnya. Cik Gu mengatakan, dia akan mengambil banyak pelajaran ketika timnya bertemu dengan Perth Glory nanti. "Mereka tim yang matang. Kelemahan-kelemahan kita akan dia tunjukkan," tuturnya.

Selain itu, mantan pelatih Selangor itu mengatakan bahwa pertandingan tersebut akan dijadikan sebagai persiapan mengawali Indonesia Super League (ISL) 2008-2009. Deltras akan mengawali kompetisi kasta teratas sepak bola di tanah air tersebut dengan tiga kali pertandingan away. "Ketika melawan Perth Glory nanti, kami buat seolah-olah tim sedang bermain away," ucapnya.

[ Rabu, 02 Juli 2008 ]
Rojas Berniat Hengkang
Jika Deltras Tidak Ubah Klausul Kontraknya

SIDOARJO - Sepuluh hari jelang bertempur di Kompetisi Superliga Indonesia, kubu Deltras Sidoarjo masih saja disibukkan dengan masalah kontrak pemain asing. Salah satunya, bomber asing asal Cile Pablo Rojas. Mantan pemain Persebaya itu berniat hengkang dari The Lobster -julukan Deltras- pada hari ini (2/7). Itu dilakukan jika pengurus tidak mengubah klausul kontraknya.

Rojas berniat hengkang karena kecewa dengan pengurus Deltras terkait klausul kontrak. Sayang, dia tidak menjelaskan secara rinci masalah tersebut. "Tapi, itu bukan soal nilai kontrak," kilah striker yang musim Ligina XIII mencetak sebelas gol tersebut.

Menurut dia, hal itu berhubungan dengan pembayaran kontrak nanti. "Persentase pembayarannya lah yang membuat aku tidak setuju," tutur Rojas, lantas bergegas memasuki bus pemain Deltras.

Dikonfirmasi terpisah, Asfijak selaku tim perencana Deltras mengatakan, "Kita lihat besok saja."

Lilik Suhartoyo, pihak yang mengantarkan Rojas datang ke Deltras mengatakan tidak mengetahui hal tersebut. "Saya lumayan lama tidak berhubungan dengan dia (Rojas, Red)," terang Lilik. Mantan manajer tim Persebaya itu mengatakan bahwa dirinya bukan bertindak sebagai agen Rojas. "Saya cuma mengantarkan. Soal harga, dia sendiri yang mengurusi," ucapnya.

Hanya, Lilik mengatakan bahwa sebelumnya Rojas telah menyatakan niatnya untuk kembali ke negaranya. "Kalau tidak cocok, lebih baik saya pulang saja," ujar Lilik menirukan ucapan Rojas.

Persitara Gaet Jacksen F Tiago

Setelah memastikan mendepak pelatih Ricard Rasyid Azreg, manajemen Persitara melakukan gerak cepat untuk mencari arsitek tim. Hasilnya, mantan Pelatih Persiter Ternate, Jacksen F Tiago, dikabarkan sebagai pelatih baru Persitara.

Persitara Gaet Jacksen F Tiago

Teka-teki siapa yang bakal membesut Persitara Jakarta Utara di ajang Superliga musim ini, pasca dipecatnya pelatih Ricard Rasyid Azreg akhirnya terjawab. Dia adalah mantan Pelatih Persiter Ternate, Jacksen F Tiago. Kabarnya, Kamis (26/6) siang ini, pelatih asal Brasil itu akan merapat ke Persitara.

Kedatangan pelatih yang sukses mengantar Persebaya Surabaya meraih juara Liga Indonesia, baik ketika masih menjadi pemain maupun setelah menjadi pelatih, ke markas Persitara, dalam rangka melakukan negosiasi lebih lanjut dengan manajemen tim berjuluk Laskar Si Pitung.

"Jacksen adalah salah satu kandidat pelatih yang kami proyeksikan untuk mengganti Azreg. Saya pikir, kualitas mantan pelatih Persiter ini tidak perlu dipertanyakan lagi. Hanya saja, kami masih harus menunggu keputusan pengurus, menyangkut nasib Azreg selanjutnya di Persitara," tutur Harry Ruswanto, Manajer Tim Persitara, kepada sejumlah wartawan di Kawasan Kelapa Gading, Jakarta Utara, Rabu (25/6) petang.

Lebih lanjut, pria yang akrab disapa Gendhar ini menambahkan, dirinya tidak ingin lagi mempermasalahkan mengenai keberadaan Azreg di Persitara. Pasalnya, ia menilai bahwa apa yang dilakukan pelatih asal Belanda itu sudah di luar dari kewajaran.

"Bagaimana mungkin seorang pelatih bisa meninggalkan tugasnya begitu saja tanpa izin manajemen," tambahnya.

PSMS Coret Enam Pemain Asing Seleksi

Karena dianggap gagal menunjukkan penampilan terbaiknya, maka manajemen PSMS Medan memutuskan untuk memulangkan enam pemain asing seleksi.


PSMS Coret Enam Pemain Asing Seleksi

Setelah melalui tahap seleksi selama dua bulan, akhirnya manajemen dan jajaran pelatih PSMS Medan memutuskan untuk mencoret enam pemain asing yang ikut dalam proses seleksi tersebut. Hal itu karena mereka dianggap tidak memenuhi syarat untuk bisa direkrut tim berjuluk Ayam Kinantan.

Keenam pemain asing yang gagal direkrut tersebut adalah, Josie Loiz Vetosa (Brazil), George Yodevo Oye Bodo (Nigeria), Piter Quot (Nigeria), Sergio Esphindola (Argentina), Aljendro Bertolm (Uruguay), dan Sasa Zetevik (Serbia).

Menurut Asisten Pelatih PSMS, Rudi Sa’ari, kepada sejumlah wartawan di Medan, Jumat (27/6), sejumlah pemain asing itu telah diberi kesempatan untuk menujukkan kemampuannya. Sayang, hingga berjalan dua bulan, mereka gagal menunjukkan penampilan terbaiknya.

"Maka dari itu, kami putuskan untuk memulangkan mereka ke negara asalnya masing-masing," tutur Rudi.

Sementara itu, secara terpisah, Pelatih PSMS Medan, Iwan Setiawan, mengaku jika pihak manajemen telah memastikan untuk mengikat tiga pemain impor. Ketiga pemain itu adalah Patrio Jimenes (Chili), Yada (Brazil) dan Anderson (Brazil).

"Manajamen telah memastikan mengontrak tiga pemain asing ini," tandas Iwan.

Sriwijaya FC Ingin Disebut Tim Underdog

Skuad tim Sriwijaya FC tampaknya cukup terganggu dengan status double winner (juara Liga dan Copa Indonesia) 2007 yang disandangnya. Sebab, penampilan mereka justru penuh beban musim ini. Tak heran, jika tim berjuluk Laskar Wong Kito justru lebih ingin disebut tim underdog, atau tim kuda hitam.


Sriwijaya FC Ingin Disebut Tim Underdog

Status sebagai pemegang juara Liga dan Copa Indonesia 2007, ternyata menjadi beban tersendiri bagi skuad tim Sriwijaya FC. Hal itu dapat dilihat dari serangkaian uji coba yang dilakoni tim berjuluk Laskar Wong Kito ini. Di mana, Ferry Rotinsulu dan kawan-kawan tidak bisa tampil lepas.

Akibatnya, performa tim besutan pelatih Rahmad Darmawan ini belum menjanjikan. Permainan cantik dan taktis seperti yang dilakukan musim lalu belum kelihatan. Termasuk, saat mengalahkan tim yang baru saja menggelar persiapan, yakni PSMS Medan 2-1 di Gelora Sriwijaya Jakabaring, Palembang, beberapa waktu lalu.

"Saya ingin merubah paradigma double winner itu. Sebab, hal ini sepertinya mengganggu penampilan anak-anak. Lebih baik jika mereka disebut sebagai tim underdog," kata Rahmad Darmawan, Pelatih Sriwijaya FC. "Lagi pula, Superliga nanti tidak ada istilah juara bertahan. Sebab, baru pertama kali digelar."

Lebih lanjut, pria yang sukses mengantar Persipura Jayapura meraih juara Liga Indonesia 2005 ini pun menambahkan, dirinya sangat maklum jika predikat juara ganda itu terus melekat pada skuad timnya. Hanya saja, kondisi tersebut diakuinya tidak menguntungkan anak asuhnya.

"Akan lebih baik jika kami diposisikan sebagai tim underdog. Sebab, hal ini akan menambah semangat juang anak-anak. Ini tentu berbeda jika kami terus diunggulkan. Anak-anak malah justru tampil penuh beban," tambahnya.

Senin, 23 Juni 2008

Persik Tetap Berpeluang Gandeng Gudang Garam

Meski Badan Liga Indonesia (BLI) telah mengeluarkan larangan kepada kontestan Superliga 2008 menggaet sponsor dari perusahaan rokok, namun Persik Kediri mengaku masih punya peluang untuk bekerjasama dengan Gudang Garam.

Persik Tetap Berpeluang Gandeng Gudang Garam

Menurut Manajer Persik Kediri, Iwan Budianto, larangan yang dikeluaran BLI itu hanya untuk memasang logo produk sejenis di bagian dada kostum pemain.

"Yang tidak boleh dipasang itu kan nama produknya. Kalau nama tim tentu tidak masalah," ujar Iwan Budianto kepada sejumlah wartawan di Kediri, kemarin.

Dijelaskan Iwan, dalam manager meeting peserta Superliga di Surabaya, Selasa (17/6), memang telah diputuskan bahwa sponsor klub tidak boleh datang dari perusahaan rokok. Hal itu terkait dengan sponsor utama kompetisi yang dipegang PT Djarum Indonesia, selaku produsen rokok kretek Djarum.

"Meski begitu, BLI tetap memberi peluang bagi klub yang selama ini menjalin kerjasama dengan pihak sponsor dari perusahaan rokok, yakni dengan menjadikan perusahaan tersebut sebagai nama klub. Dan pelatakan nama klub ini bisa di bagian dada kostum pemain dalam bentuk ukuran kecil," jelas Iwan.

Lebih lanjut, pria yang juga anggota Komite Eksekutif (Exco) PSSI ini menambahkan, atas dasar itulah, pihaknya tetap akan menjajaki kemungkinan kerjasama dengan Gudang Garam.

"Jika perlu, Persik akan berubah nama menjadi Persik Gudang Garam," tambah Iwan.

Senin, 16 Juni 2008

Deltras Kecewa Rojas
M. Arif dan Dedi Ikut Seleksi

SIDOARJO - Manajemen Deltras Sidoarjo kecewa berat dengan Pablo Rojas. Mantan tukang gedor Persebaya itu ternyata Rabu (4/6) lalu meninggalkan proses seleksi Deltras tanpa alasan yang jelas.

"Dia sepertinya kurang punya komitmen kuat untuk tim kami. Kemungkinan besar, itu disebabkan dia telah ditawari kontrak oleh Arema Malang dan Persiba Balikpapan," ujar Asfijak, anggota tim perencana Deltras, Jumat (6/6).

Padahal, secara pribadi, banyak pihak di Deltras yang tertarik kepada pemain asal Cile tersebut. Asfijak pun mengakui bahwa Rojas memiliki skill di atas rata-rata. "Walau masih tampak ada trauma cedera saat dia berlari, dia terlihat memiliki skill yang bagus. Tentu, jika kami tertarik, harus ada tes medis ketat terhadap dia," jelasnya.

Menurut Asfijak, ada salah seorang pengurus Deltras yang masih menjalin kontak dengan Rojas. Namun, sampai sekarang masih belum ada kabar lebih lanjut tentang pemain yang mampu mencetak sebelas gol bersama Persebaya di Liga Indonesia XIII lalu tersebut.

Rojas pergi, dua pemain melamar Deltras. Mereka adalah M. Arif dan Dedi Iswanto. Keduanya telah mengikuti proses seleksi kemarin di Gelora Delta Sidoarjo.

M. Arif adalah mantan tukang gedor Arema Malang, Persema Malang, dan terakhir tergabung Mitra Kukar. Sedangkan Dedi Siswanto adalah mantan gelandang serang Persibat Batang dan Persitara Jakarta Utara. "Keduanya sama seperti yang lain, kami wajibkan untuk mengikuti proses seleksi mulai dari awal," kata Asfijak.

Namun, sepertinya peluang M. Arif untuk tergabung bersama tim asal Kota Udang itu minim. Sebab, Deltras telah memiliki Boy Jati Asmara. Selain itu, Asfijak menegaskan bahwa Deltras kini sedang mencari duet striker asing. "Sejak awal, perencanaan tim kami untuk posisi dua striker utama adalah pemain asing," tegasnya.

Khusus untuk Dedi, peluangnya mungkin juga kecil. Sebab, besok (8/6) akan datang gelandang asal Kenya Hilary Echesa bersama pelatih Deltras Abdul Rahman Ibrahim. "Saat ini, kami telah mengirimkan surat kepada PSSI untuk membantu kami dalam pengurusan izin pemain yang musim lalu bermain untuk Perlis FC itu," katanya.

Sementara itu, jadwal uji coba untuk Bakrie Umarella dkk telah resmi dirilis oleh asisten pelatih M. Socheh. Mereka akan melangsungkan empat kali uji coba melawan tiga tim asal Jatim dan satu tim asal Papua. Ada tiga kali laga home dan satu kali laga tandang.

Selain itu, mereka akan mendekati tim seperti Persiku Kudus dan tim-tim lain untuk menambah pengalaman tanding Deltras.(luq/ko)

Jadwal Uji Coba Deltras:

11 Juni: v Deltras U-21 (kandang)

14 Juni: v Gresik United (kandang)

18 Juni: v Persema Malang (tandang)

25 Juni: v Persiwa (kandang)